Implementasi Strategi Pembelajaran Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Siswa di MTs Safinatul Jabal Temanggung

Strategi Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam Pembinaan Akhlak Pendidikan Karakter Madrasah Tsanawiyah

Authors

  • Puput Rusika
    Puputrusika276@gmail.com
    STAI Muhammadiyah Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia
  • Suripto STAI Muhammadiyah Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia

Downloads

Pembinaan akhlak merupakan salah satu tujuan fundamental dalam penyelenggaraan pendidikan Islam karena berperan dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berkarakter mulia. Dinamika perkembangan teknologi informasi serta kompleksitas lingkungan sosial dewasa ini menghadirkan berbagai tantangan terhadap proses internalisasi nilai-nilai akhlak, khususnya pada jenjang pendidikan madrasah tsanawiyah. Sebagai lembaga pendidikan Islam, MTs Safinatul Jabal memiliki tanggung jawab strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Namun demikian, hasil observasi awal menunjukkan bahwa masih terdapat perilaku peserta didik yang belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai akhlakul karimah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi pembelajaran yang diterapkan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan akhlak siswa, menganalisis efektivitas penerapan strategi tersebut, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di MTs Safinatul Jabal Temanggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, seorang guru Pendidikan Agama Islam, dan delapan peserta didik kelas VIII yang dipilih secara purposif. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam mengimplementasikan empat strategi utama dalam pembinaan akhlak, yaitu keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan (habituation), pemberian nasihat (mau'izah hasanah), dan pendekatan personal. Keempat strategi tersebut diterapkan secara terpadu melalui pemberian contoh perilaku yang baik, pelaksanaan program keagamaan secara rutin, pemberian bimbingan dan nasihat yang bersifat persuasif, serta pendampingan individual sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Faktor pendukung implementasi strategi meliputi komitmen kepala madrasah, terciptanya budaya sekolah yang religius, serta lingkungan belajar yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi penggunaan gawai yang kurang terkendali, pengaruh lingkungan pergaulan di luar sekolah, serta keterbatasan pengawasan orang tua di lingkungan keluarga. Secara keseluruhan, implementasi strategi pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam terbukti memberikan kontribusi positif terhadap pembinaan akhlak peserta didik yang ditunjukkan melalui peningkatan kedisiplinan, kesantunan, tanggung jawab, dan religiusitas siswa dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.