Internalisasi Sportivitas melalui Ekstrakurikuler Tapak Suci dalam Pendidikan Agama Islam di SD Muhammadiyah 1 Tulungagung

Internalisasi Nilai Sportivitas Tapak Suci Pendidikan Agama Islam Pendidikan Karakter

Authors

Downloads

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana praktik ekstrakurikuler Tapak Suci membantu siswa menginternalisasikan nilai-nilai yang berkaitan dengan olahraga. Penelitian juga akan menyelidiki faktor-faktor yang mendukung dan menghambat internalisasi olahraga dari sudut pandang pendidikan agama Islam di SD Muhammadiyah 1 Tulungagung. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang dikenal sebagai penelitian deskriptif. Kepala sekolah, pelatih Tapak Suci, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling adalah informan penelitian. Setelah data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif pasif, dan dokumentasi, model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña digunakan untuk menganalisisnya. Model ini mencakup penyajian, reduksi, dan penarikan kesimpulan. triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan member checking memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler Tapak Suci menjadi media yang efektif untuk menginternalisasikan nilai sportivitas melalui pembiasaan, keteladanan, penguatan, dan pengalaman belajar langsung. Kejujuran (?iddiq), disiplin, tanggung jawab (am?nah), keadilan (adl), pengendalian diri, dan kemampuan untuk menerima kemenangan dan kekalahan adalah nilai-nilai yang berhasil diinternalisasikan. Proses internalisasi berhasil berkat budaya sekolah yang religius, kolaborasi dengan orang tua, dukungan kepala sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam, dan keteladanan pelatih. Keterbatasan waktu latihan, karakteristik unik siswa, dan dampak lingkungan keluarga dan masyarakat adalah beberapa penghalang. Menurut penelitian ini, ekstrakurikuler Tapak Suci membantu orang belajar keterampilan bela diri. Ini juga berfungsi sebagai model pendidikan karakter berbasis pengalaman yang menggabungkan nilai-nilai sportivitas dengan pendidikan agama Islam.