Strategi Guru Dalam Meningkatkan Minat Baca pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MI Darul Huda Pojok

Strategi Guru Minat Baca Sejarah Kebudayaan Islam Literasi Madrasah Ibtidaiyah

Authors

  • Luki Kurniawan
    lukikurniawan18@icloud.com
    STAI Muhammadiyah Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia
  • Faruuq Trifauzi STAI Muhammadiyah Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia

Downloads

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya minat baca peserta didik pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Rendahnya minat baca berpotensi memengaruhi pemahaman materi dan hasil belajar peserta didik, sehingga guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan minat baca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pelaksanaan strategi guru dalam meningkatkan minat baca pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MI Darul Huda Pojok; (2) faktor pendukung dan faktor penghambat strategi guru dalam meningkatkan minat baca; serta (3) hasil implementasi strategi guru dalam meningkatkan minat baca peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian dilaksanakan di MI Darul Huda Pojok. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi guru dalam meningkatkan minat baca dilakukan melalui penggunaan berbagai metode pembelajaran, pemberian nasihat dan motivasi, pelaksanaan kegiatan literasi, serta pemberian reward kepada peserta didik; (2) faktor pendukung meliputi tersedianya koleksi buku SKI di perpustakaan, adanya pojok baca, ketersediaan buku guru dan buku siswa, dukungan orang tua, serta profesionalisme guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan variasi buku SKI, kemampuan membaca sebagian peserta didik yang masih rendah, dan kesibukan orang tua; serta (3) implementasi strategi tersebut mampu meningkatkan minat baca, prestasi belajar, rasa percaya diri, antusiasme membaca, dan kedekatan hubungan antara peserta didik dengan guru maupun orang tua.