Dari Rencana Pelajaran hingga CBSA: Dialektika Perkembangan Kurikulum Indonesia dalam Menghadapi Disrupsi Pendidikan

Kurikulum Adaptif CBSA Disrupsi Pendidikan Dialektika Perkembangan

Authors

  • Khoirunnisaa Raya Fajrin
    khoirunnisaarayaafajrin@gmail.com
    Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Banten, Indonesia, Indonesia
  • Renita Rudiana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Banten, Indonesia, Indonesia
  • Rijka Arifa Junaedi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Banten, Indonesia

Downloads

Perkembangan kurikulum di Indonesia mencerminkan dinamika sosial, politik, ekonomi, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan meneliti perkembangan kurikulum Indonesia dari versi awal hingga munculnya prinsip pembelajaran aktif dan kurikulum adaptif penantang disrupsi pendidikan. Metode kualitatif studi pustaka digunakan untuk menguji teks, artikel ilmiah, dan kebijakan terkait. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi, presentasi, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan pergeseran dari berpusat pada guru (teacher-centered) menjadi berpusat pada siswa (student-centered), yang dimulai sejak penerapan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) pada Kurikulum 1984. Namun, CBSA terkendala kesiapan pedagogis guru, keterbatasan sumber daya, dan budaya belajar pasif. Menghadapi disrupsi digital, kurikulum dituntut lebih adaptif dan fleksibel. Kurikulum Merdeka hadir sebagai perpaduan kontemporer yang mengintegrasikan pembelajaran aktif, literasi digital, dan nilai kemanusiaan. Kesimpulannya, amandemen kurikulum tidak boleh hanya fokus pada aspek administratif, melainkan harus memprioritaskan peningkatan kompetensi guru, perbaikan lingkungan belajar, dan pembentukan budaya yang mendukung pendidikan bermakna.