Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Konsep, Model, Teknik, Dan Tantangan

Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Model CIPP Teknik Evaluasi Pengembangan Kurikulum

Authors

  • Randi Pratama
    randipratama87@gmail.com
    Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Riau, Indonesia
  • Andi Murniati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Riau, Indonesia

Downloads

Evaluasi kurikulum merupakan komponen esensial dalam sistem pendidikan yang berfungsi untuk mengukur efektivitas, relevansi, dan kualitas pelaksanaan kurikulum secara menyeluruh. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), evaluasi kurikulum memiliki dimensi yang lebih kompleks karena tidak hanya menyentuh aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik yang berkaitan langsung dengan pembentukan karakter, keimanan, dan akhlak peserta didik. Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif konsep evaluasi kurikulum PAI yang meliputi pengertian, tujuan, komponen yang dievaluasi, model-model evaluasi, teknik evaluasi, serta tantangan implementasinya. Metode penulisan menggunakan studi kepustakaan (library research) dengan analisis isi terhadap sumber-sumber terindeks Sinta tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi kurikulum PAI harus dilakukan secara sistematis, holistik, dan berkesinambungan. Model CIPP, Tyler, Countenance Stake, dan Goal-Free dapat diaplikasikan secara kontekstual. Tantangan utama meliputi sulitnya mengukur aspek afektif spiritual, rendahnya kompetensi evaluasi guru, minimnya instrumen terstandar, serta pengaruh lingkungan eksternal. Diperlukan sinergi guru, sekolah, keluarga, dan komunitas dalam mewujudkan evaluasi kurikulum PAI yang efektif dan bermakna.