Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Malalui Model Problem Based Learning (PBL) Pada Kelas X Sma Negeri 17 SBB

Problem Based Learning Keterampilan Menulis Laporan Observasi

Authors

  • Sidra Nurlette
    sidrasidranurlette@gmail.com
    Universitas Islam Negeri A.M Sangajdi Ambon, Maluku, Indonesia, Indonesia
  • Aria Bayu Setiaji Universitas Islam Negeri A.M Sangajdi Ambon, Maluku, Indonesia, Indonesia
  • Wa Mirna Universitas Islam Negeri A.M Sangajdi Ambon, Maluku, Indonesia, Indonesia

Downloads

Keterampilan menulis adalah kemampuan seseorang untuk menyampaikan ide, pikiran, perasaan, atau informasi kepada orang lain melalui tulisan, namun hal ini kemampuan keterampial menulis peserta didik di SMA Negeri 17 SBB sebagian besar masih kategori sangat rendah, hal ini di lihat dari hasil observasi yang di tantai dengan siswa kesulitan untuk memulai dan mengembangkan ide, menerapkan aturan kebahasaan, menyusun kerangka teks Laporan hasil observasi dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mendeskripsikan langkah – langkah menulis teks laporan hasil observasi melalui Model Problem based learning dan Untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis teks laporan hasil observasi melalui Model Problem based learning bagi siswa Kelas X SMA Negeri 17 Seram Bagian Barat Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas  (PTK) yang di laksanakan dalam dua siklus. Data penelitian dikumpulkan melalui Teknik observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan keterampilan menulis teks laporan hasil observasi pada peserta didik. Pada siklus I tingkat pencapaian keterampilan menulis pada kategori baik dengan presentase sebesar 75%. Setelah di lakukan perbaikan tindakan II, presentase tersebut meningkat menjadi 85% dengan kategori sangat baik temuan ini menunjukan bahwa penerapan model problem based learning (PBL) efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis pada peserta didik. Keberhasilan tersebut didukung oleh keterlibatan akif peserta didik dalam proses pembelajaran serta pekembangannya kemampuan berikir kritis selama kegiatan pemecahan masalah berlangsung